Latest Post

Tampilkan postingan dengan label berita terkini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita terkini. Tampilkan semua postingan

Avanza Dipinjam, Ridwan Lapor Polisi

Written By Unknown on Rabu, 13 Februari 2013 | 03.38

PENGASIH-Nasib nahas dialami Ridwan Budi Antoro,37, seorang pengusaha rental mobil di Kulonprogo.
Warga Secang, Sedangsari, Pengasih itu, Selasa (12/2/2013) melaporkan Widodo Adi Saputro, warga Banyuroto, Nanggulan, karena diduga membawa kabur Toyota Avanza yang dipinjamnya. Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami kerugian sebesar Rp130 juta.
Informasi yang dihimbun menyebutkan, awal Desember tahun lalu, pelaku datang ke rumahnya untuk menyewa mobil Toyota Avanza AB 1423 BQ. Peminjaman dilakukan dalam jangka waktu satu bulan dengan biaya Rp3,5 juta yang dibayar kontan.
Namun setelah sebulan, pelaku datang ke rumah korban tapi tidak membawa serta mobil tersebut. Dia bahkan berjanji akan mengembalikan mobil, 10 Februari lalu. Kesepakatan itu dituangkan dalam surat perjanjian.
Akan tetapi, hingga tanggal yang ditentukan, pelaku tidak kunjung mengembalikan mobil tersebut. Korban pun berusaha menagih namun tidak mendapatkan kepastian kapan mobil akan dikembalkan. Kesal dengan pelaku, korban kemudian melaporkan ke Polres Kulonprogo.
Kasubag Humas Polres Kulonprogo, Ajun Komisaris Kaswadi mengatakan kasus tersebut tengah didalami penyidik Satreskrim.

Jemur Baju, Pasutri Tewas Kesetrum

PANJATAN-Nasib tragis dialami Sumijan, 42, beserta istrinya, Umi Sukaristi, 40, Pedukuhan VII, Desa Cerme, Panjatan, Rabu (13/2/2013) pagi. Sepasang suami istri ini tewas seketika setelah tersengat kawat jemuran beraliran listrik.
Informasi yang didapatkan menyebutkan, saat itu Umi hendak menjemur pakaian di tempat penjemuran yang terletak di samping rumahnya. Rupanya ibu dua anak ini tidak menyadari kalau kawat penjemuran itu tersangkut pada kabel pompa air. Kontan saja tubuhnya langsung tersengat aliran listrik ketika meletakkan pakaian basah ke kawat jemuran.
Sumijan yang melihat istrinya tersengat bermaksud menolong. Namun, dirinya mencoba menyingkirkan tubuh istrinya dari kawat beraliran listrik dan lupa tidak memutus aliran listrik melalui meteran. Akibatnya, dia pun ikut tersengat listrik.
Kakak Sumijan, 47, mengatakan dirinya melihat tubuh adik dan iparnya sudah tergeletak di tanah. Awalnya, Sumijan bersama dirinya berada di sawah, sebelum pulang untuk mengambil air di rumahnya.
“Mungkin saat melihat istrinya kesetrum dia langsung mau menolong, tapi justru dia ikut kesetrum,” katanya.
Beberapa warga yang datang tidak gegabah untuk menolong pasangan suami istri itu. Mereka mencoba memutus aliran listrik melalui meteran. Oleh warga kedua korban coba dilarikan ke RSUD Wates. Namun upaya itu sia-sia karena keduanya tewas di tempat kejadian.
Begitu menerima laporan ada warga tewas kesetrum, Polsek Panjatan segera melakukan olah TKP. Berdasar penyelidikan, polisi menyatakan kalau kejadian ini murni akibat kecelakaan.

Spekulan Tanah di Kulonprogo Diminta 'Tiarap'

YOGYAKARTA -- Sekretaris Daerah Kulonprogo, Budi Wibowo, meminta kepada para spekulan tanah di Kulonprogo untuk 'tiarap'. Hal itu berkaitan dengan rencana akan dibangunnya bandara internasional di Kulonprogo yang mengakibatkan para spekulan menaikkan harga tanah yang cukup tinggi.

''Saya justru khawatir kalau spekulan tanah tidak tiarap malah rugi besar.  Apalagi kalau dia sudah membeli dengan harga mahal, tetapi tertanya tim appraisal membeli di bawah yang dia beli,''kata Budi pada wartawan di Kepatihan Yogyakarta, kemarin.

Budi mengatakan kalau betul bandara internasional itu akan dibangun di Kulonprogo, harga tanah akan ditentukan oleh tim appraisal dan mereka akan mengetahui kapan terjadinya transaksi dan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) berapa. Sehingga, kata dia, kalau spekulan tanah tidak terima dengan harga yang ditentukan oleh tim appraisal maka akan dilakukan uji publik.

Kalau uji publik tidak terima, spekulan tanah dipersilakan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara). Apabila selama 30 tahun tidak terima dengan putusan PTUN diberi peluang ke Mahkamah Agung. ''Apabila spekulan tidak terima dengan putusan tidak masalah, karena uang akan dititipkan ke pengadilan,'' jelas dia.

Menurut Budi, posisi spekulan tanah itu menghambat rencana pembangunan bandara internasional di Kabupaten Kulonprogo. Apabila spekulan tanah tidak terkendali, pihak PT Angkasa Pura akan mengalihkan ke Bantul atau tempat lain.

Pihaknya tetap berharap bandara internasional tetap di Kulonprogo. Karena itu dia berharap dari PT Angkasa Pura ada perkembangan. ''Karena kami yang di lapangan harus mengantisipasi supaya terjaga kondusifitasnya dan tentunya dalam mempersiapkannya tentu lebih mudah,'' tutur dia.

Lebih lanjut Budi mengatakan, rencananya Jumat (15/2), Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Badan Pertanahan Nasional akan melakukan pemetaan di atas tanah seluas 637 hektar yang di masterplan kabupaten Gunungkidul tanah tersebut yang berada di wilayah Glagah sampai Sindutan sepanjang 5,4 kilometer  direncanakan untuk bandara. Dalam pemetaan ini nantinya akan diketahui tanah tersebut milik siapa saja.

Sumber.Republika.co.id

Broker Tanah Bandara Sulit Dibendung

Written By Unknown on Selasa, 05 Februari 2013 | 06.41

KULONPROGO—Pemerintah Desa Palihan menegaskan sulit membendung para broker tanah yang kemungkinan beraksi di lahan calon lokasi bandara mengingat Pemdes tidak punya kewenangan untuk menentukan harga tanah.Di wilayah Palihan, sampai saat ini sudah ada satu sampai dua kali transaksi beli-jual tanah.  Pembeli tanah itu ada yang diketahui berasal dari luar Kulonprogo. Sekretaris Desa Palihan, Nasrul Efendi, mengaku belum tahu warga luar daerah itu.“Tanah dibeli dengan jumlah puluhan sampai ratusan meter persegi dengan harga Rp350.000 per meter,” ucapnya, Senin (4/2/2013). Berdasarkan rata-rata Nilai Jual Objek Pajak, tanah di wilayah Palihan sekitar Rp10.000 per meter. Pemerintah Kabuten Kulonprogo juga tidak kuasa membendung pergerakan broker tanah.Ketua Tim Bandara Kulonprogo, Triyono, mengatakan Pemkab cuma bisa meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk tidak segera memproses administrasi kepemilikan lahan yang berada di wilayah bakal calon megaproyek.
Kepala Desa Sindutan, Kecamatan Temon, Pradi, mengatakan di desanya harga tanah di beberapa posisi strategis mencapai Rp330.000 permeter. Di seputaran Dusun Bayeman, tepatnya di sebelah timur Gereja St. Arnoldus, harga tanah sudah mencapai Rp800.000 per meter.

sumber: Solopost

Kecelakaan di Kulon Progo


SENTOLO-Nasib nahas dialami sepasang kekasih, di Jalan Jogja-Wates, Km 20, Desa Sukoreno, Sentolo, Selasa (5/2) siang. Keduanya tewas seketika, saat sepeda motor Honda Vario AB 6758 CL yang dikendarainya bersenggolan dengan truk yang melintas. Adapun dua korban tewas tersebut adalah Dwi Yulianto,23, warga Ngramang Kedungsari Pengasih serta kekasihnya, Wasi Rasyid Hidayah,22, mahasiswi sebuah perguruan tinggi kesehatan, warga Jogonalan, Tirtorahayu, Galur.

Salah satu saksi, Irma, 15 mengatakan kedua korban melaju dari arah selatan menuju ke utara. Sesampai di lokasi kejadian, tepatnya di sebuah jembatan sebelum Balaidesa Sukoreno, dari arah yang berlawanan meluncur sebuah bus penumpang Efisiensi dan sebuah truk.
Saat truk berusaha mendahului bus dengan kecepatan tinggi, bak truk langsung menyenggol kedua pengendara sepeda motor hingga keduanya jatuh.
“Setelah itu terdengar sepeti suara ban meletus. Laki-laki tertelungkup di tengah jalan, terlempar sekitar 20 meter dari jembatan. Tangan kanannya putus. Yang perempuan di tepi jalan, terlentang, kakinya sobek di pangkal paha,” ujar saksi.
Sementara warga sekitar lokasi langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Sentolo. Petugas lalu lintas gabungan Polsek dan Polres Kulonprogo kemudian mendatangi lokasi kejadian. Oleh petugas, kedua korban tewas dibawa ke RSUD Wates.
 
Support : West-Jogya
Copyright © 2011. West Jogya - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger